Membangun Wacana Kritis Rakyat

Selamat Datang di SimpulDemokrasi.Com. Dalam situs ini anda dapat menyimak informasi-informasi terbaru tentang beragam kegiatan yang dilakukan oleh tim pelaksana Program Sekolah Demokrasi dari Public Policy Analysis and Community Development Studies (PLaCID's) bekerja sama dengan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) di Kabupaten Malang. Selain itu komentar, opini maupun analisis tentang topik demokrasi dan penguatan simpul demokrasi juga dapat anda simak, termasuk info-info aktual terkait topik demokrasi negeri ini. Anda bisa berpartisipasi menyemarakkan diskusi kami di millis kami maupun di forum yang telah disediakan.

Bila Ingin Menerima Informasi Terbaru dari Kami, Silakan Bergabung di Millis Kami  Klik di Sini

Launa: Buruh, Pasar Kerja, dan Demokrasi Ekonomi

Kinerja pemerintahan SBY-JK dalam memperbaiki kondisi perburuhan dan pasar kerja bisa dibilang jauh dari harapan. Buruh kian hari kian marjinal, sementara pasar kerja juga makin tak jelas. Gejala paling mengkhawatirkan adalah tambahan penganggur yang melebihi kesempatan kerja. Penutupan pabrik sepatu besar di Tangerang (Dong Joe) dan Bekasi (Tong Yang) yang memiliki 18.000 tenaga kerja, menambah panjang deretan penganggur. Kondisi ini jelas kontradiktif dengan janji pemerintahan SBY-JK untuk menurunkan angka pengangguran dari 9,5 persen pada tahun 2005 menjadi 5,1 persen tahun 2009.

Rochman Achwan: Ilmu Sosial dan Demokrasi

Adakah hubungan ilmu sosial dengan demokrasi di Indonesia? Bila ada, dalam bentuk apa dan apa sumbangannya terhadap perkembangan demokrasi?

Pertanyaan ini penting mengingat ilmu sosial terkait erat dengan kekuasaan sepanjang sejarah politik Indonesia. Artikel ini berargumentasi, ilmu sosial publik (public social science) berhasil mendominasi perkembangan ilmu sosial di Tanah Air dalam satu dasawarsa terakhir.

Maghfur Khusni Mubarok: Ruang Publik "Kebutuhan Demokrasi"

Sesampai di Medinah pada tanggal 27 September 622 M, langkah awal yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah membangun masjid. Masjid ini kemudian dikenal sebagai Masjid Nabawy. Baru setelah masjid terbangun, dakwah yang lebih luas dilakukan, ekonomi digalakkan, relasi sosial Mekah-Medinah dirintis, pertahanan dan keamanan kota dibangun.
Bangunan masjid itu sederhana. Dindingnya tersusun dari batu bata dengan perekat lumpur tanah. Atapnya berupa pelepah kurma. Alasnya terdiri dari hamparan pasir dan kerikil yang dipadatkan. Namun, masjid sederhana ini mampu menopang beragam aktivitas warga kota saat itu; bahkan menjadi pusat kegiatan warga kota.

Benih Demokrasi dan Tonggak Nasionalisme

Pemuda dan mahasiswa merupakan sosok yang senantiasa mengisi dan hadir dalam setiap etape sejarah. Dalam proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sepanjang sejarahnya posisi kaum muda menempati lokus yang khas. Pemuda memberi arti tersendiri bagi transformasi sejarah. Bisa disimak dengan seksama peran pemuda menjdi lokomotif pergerakan nasional semasa jaman kolonialisasi Belanda. Progesifitas angkatan muda bumi putera (khususnya yang terdidik) kala itu, demikian mengesankan. Pemuda merasa memiliki tanggung jawab penuh atas masa depan bangsanya. Karenanya, mereka meninggalkan hal-hal yamg berbau pragmatisme dan hedonisme, dan terus konsisten mewujudkan idealismenya: mencapai Indonesia merdeka.

Haidar Ivan: Demokratisasi dan Nasionalisme Indonesia

Seorang kawan berkebangsaan Jerman secara khusus mendatangi saya hari ini. Kawan ini, seorang ahli politik Amerika Latin, bertanya kepada saya, “Kapan kira-kira Indonesia bisa keluar dari krisis?”Pertanyaan ini sangat sulit saya jawab. Dia kawan satu kelas saya dalam mata kuliah yang judulnya mentereng “Economic Reform and Democratization.” Kuliahnya sendiri luar biasa mengasyikkan. Kita banyak bicara perbandingan Southern Europe (Spain, Portugal,Greece), Latin America, dan Eastern Europe. Professornya ada dua, dua orang “rising star” dalam bidang comparative politics.

Sindikasi isi