SIMPUL - Kebun Teh Wonosari berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang merupakan kawasan wisata agro. Kawasan ini sangat indah, nyaman dan memiliki berbagai fasilitas yang memungkinkan untuk berbagai kepentingan termasuk untuk menyelenggarakan sebuah seminar ataupun pelatihan. Di tempat inilah kegiatan Sekolah Demokrasi.
Kebun Teh Wonosari berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang merupakan kawasan wisata agro. Kawasan ini sangat indah, nyaman dan memiliki berbagai fasilitas yang memungkinkan untuk berbagai kepentingan termasuk untuk menyelenggarakan sebuah seminar ataupun pelatihan. Di tempat inilah kegiatan Sekolah Demokrasi pertemuan ke tujuh dilaksanakan yang melibatkan keluarga peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu-Minggu, 24-25 Mei 2008 dengan materi “Pers dan Demokrasi”. Pelaksanaan kegiatan sekolah demokrasi yang dilakukan dilakukan out door memilki beberapa maksud. Selain, untuk variasi dan refreshing, out door ini juga sebagai media untuk saling mengakrabkan masing-masing keluarga peserta.
Dalam kegiatan ini dihadirkan beberapa tokoh pers sebagai mitra diskusi dan belajar bersama peserta sekolah. Diantara narasumber tersebut adalah Dra. Sirikit Syah, MA. seorang pengamat media dan beliau juga sebagai ketua lembaga Media Watch di Surabaya. Dalam kesempatan ini Sirikit menjelaskan tentang bagaiman kerja media dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Media sebelum memberikan informasi kepada masyarakat, mempunyai beberapa agenda pengaturan agenda: seleksi berita (information abundance), seleksi narasumber, pilihan angle liputan, pilihan kutipan wawancara, pilihan ilustrasi, gaya bahasa editorial policy: keberpihakan, dukungan, soft ads, proporsi liputan dan sebagainya. Sebagai wacana pembukaan, bu Sirikit juga memberikan contoh-contoh berita berita yang tidak mendidik dibeberapa media masa dan elektronik, yang tidak menonjolkan informasi tetapi hanya mengedepankan nilai-nilai popularitas dan ranking.
Dalam hal kebebasan pers, Sirikit menerangkan bahwa hakekat kebebasan pers adalah kebebasan publik untuk mengakses informasi yang beragam, bukan kebebasan pers mengumbar informasi. Jadi kebebasan pers itu pers bebas meliput dan menyampaikan informasi yang diperlukan publik dan kebebasan mengakses informasi publik: publik boleh/berhak minta informasi yang diperlukannya dari instansi/lembaga pemerintah. Yang terjadi saat ini banyak media massa maupun elektronik yang mengartikan kebebasan press yang keliru, kebasan diidentikan dengan memuat dan menayakan apa saja yang tidak disertai oleh etika dan budaya bangsa.
Bebeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, sekolah yang didesain out door ini banyak diisi dengan permainan dan game yang juga melibatkan keluarga peserta. Game-game tersebutt antara lain ; lomba melukis demokrasi, permainan harta karun untuk anak-anak, permainan, permainan membuat lingkarn dengan kertas, permainan Hajar Aswat untuk, biksu dan siluman, serta berbagai permainan lain.
Dalam kegiatan ini dihadirkan beberapa tokoh pers sebagai mitra diskusi dan belajar bersama peserta sekolah. Diantara narasumber tersebut adalah Dra. Sirikit Syah, MA. seorang pengamat media dan beliau juga sebagai ketua lembaga Media Watch di Surabaya. Dalam kesempatan ini Sirikit menjelaskan tentang bagaiman kerja media dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Media sebelum memberikan informasi kepada masyarakat, mempunyai beberapa agenda pengaturan agenda: seleksi berita (information abundance), seleksi narasumber, pilihan angle liputan, pilihan kutipan wawancara, pilihan ilustrasi, gaya bahasa editorial policy: keberpihakan, dukungan, soft ads, proporsi liputan dan sebagainya. Sebagai wacana pembukaan, bu Sirikit juga memberikan contoh-contoh berita berita yang tidak mendidik dibeberapa media masa dan elektronik, yang tidak menonjolkan informasi tetapi hanya mengedepankan nilai-nilai popularitas dan ranking.
Dalam hal kebebasan pers, Sirikit menerangkan bahwa hakekat kebebasan pers adalah kebebasan publik untuk mengakses informasi yang beragam, bukan kebebasan pers mengumbar informasi. Jadi kebebasan pers itu pers bebas meliput dan menyampaikan informasi yang diperlukan publik dan kebebasan mengakses informasi publik: publik boleh/berhak minta informasi yang diperlukannya dari instansi/lembaga pemerintah. Yang terjadi saat ini banyak media massa maupun elektronik yang mengartikan kebebasan press yang keliru, kebasan diidentikan dengan memuat dan menayakan apa saja yang tidak disertai oleh etika dan budaya bangsa.
Bebeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, sekolah yang didesain out door ini banyak diisi dengan permainan dan game yang juga melibatkan keluarga peserta. Game-game tersebutt antara lain ; lomba melukis demokrasi, permainan harta karun untuk anak-anak, permainan, permainan membuat lingkarn dengan kertas, permainan Hajar Aswat untuk, biksu dan siluman, serta berbagai permainan lain.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















