Setelah serangkaian pertemuan yang mengkaji wadah bagi alumni Sekolah Demokrasi tahun I, pada Hari Sabtu 12 Mei 2007 di Guest House UNIBRAW dipertemukan kem-bali para peserta Sekolah Demo-krasi tahun I untuk membentuk sebuah wadah aktivitas demokra-tisasi bagi mereka.
Dengan difasilitasi oleh Sutomo, pertemuan terse-but diawali dengan review hasil diskusi tim pelaksana Program Sekolah Demo-krasi tentang lembaga wadah alumni Sekolah Demokrasi yang disampai-kan oleh Hesty, dilanjutkan dengan sambutan oleh Dr. Ignas Kleden, Ketua National Steering Committee Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (NSC KID). Dalam sambutannya, Ignas Kleden menjelaskan bahwa dibentuknya wadah bagi para alumni Sekolah Demokrasi merupakan upaya un-tuk melakukan sinergisasi antara masyarakat sipil dan masyarakat politik di Indonesia yang kini ditengarai kian renggang dan melemah. Sedangkan Sekolah Demokrasi harus terlepas sama sekali dari kiprah politik langsung, karena Sekolah Demokrasi diharapkan dapat secara optimal berperan sebagai lembaga pendidikan demokrasi.
Dalam beberapa pertemuan berikutnya, akhirnya disepakati bahwa wadah bagi para alumnus Sekolah Demokrasi tersebut diberi nama Komunitas Malang untuk Demokrasi (KOMDEK). Secara aklamasi, ditetapkan Andry Dewanto Ahmad, SH sebagai Ketua KOMDEK, yang memba-wahi empat divisi kerja, yakni Divisi Pelatihan dan Pendidikan Demokrasi, Divisi Mediasi Konflik, Divisi Penguatan Artikulasi Politik Masyarakat serta Divisi Penelitian dan Pengembangan Diskursus Demokrasi. Selain itu, telah disepakati rancangan statuta organisasi KOMDEK sebagai arah bagi perjalanan organisasi.
Sesuai dengan penjelasan Dr. Ignas Kleden, maka dimungkin-kan upaya untuk merangkul kekuatan-kekuatan politik di luar alumni sekolah Demokrasi ke dalam KOMDEK untuk memper-kuat upaya sinergisasi peran para aktor demokrasi di semua sektor kerja. Tentu saja, terdapat perbedaan status, beberapa hak dan kewajiban antara anggota KOMDEK yang berasal dari luar alumnus Sekolah Demokrasi dengan yang berasal dari jalur alumnus Sekolah Demokrasi.
Dengan terbentuknya KOMDEK, maka Sekolah Demokrasi menemukan orientasi yang lebih terang, yakni sebagai media penguat-an wacana nilai, pengetahu-an dan ketrampilan demokra-si yang selanjutnya akan disemai dan diaktualisasikan dalam wadah alumnus pesertanya, yakni Komunitas Malang untuk Demokrasi.
Adapun rangkaian kegiat-an Program Sekolah Demo-krasi pada Bulan Mei 2007, adalah:
1. Sekolah Demokrasi IV
Kegiatan Sekolah Demokrasi Pertemuan IV pada tanggal 12-13 Mei 2007 difasilitasi oleh M. Wahyu Trihariadi dan Jamilah, dan mengundang Dr. Ignas Kleden (Ketua NSC KID) dan Dr. Djoko Saryono (UM).
Dr. Ignas Kleden memberikan pengantar berupa wacana ten-tang konsepsi demokrasi secara umum sekaligus menyampaikan konsepsi demokrasi dalam perspektif KID. Sedangkan Dr. Djoko Saryono menyampaikan konsepsi demokrasi dalam konteks Malang dengan menekankan bahwa di manapun di dunia ini –negara yang bisa dirujuk sebagai negara demokratis– selalu memiliki kinerja pendidikan yang baik. Dengan kata lain, pendidikan merupakan salah satu elemen kunci dalam proses demokratisasi.
2. Sekolah Demokrasi Pertemuan V
Kegiatan Sekolah Demokrasi Pertemuan V dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 Mei 2007 difasilitasi oleh Romi Faslah dan dan Sutomo E. Putro. Sebagai narasumber: Prof. Dr. Soetandyo Wignjosoebroto, M.PA (Universitas Airlangga, NSC) dan Drs. Hj. Mufidah M.Ag (Universitas Islam Malang).
3. Talkshow Radio V
Talkshow Radio V dilaksanakan pada Hari Kamis, 10 Mei 2007 pukul 08.00-09.00 di studio 1 RRI Malang. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Partisipasi Komite Sekolah dalam Pengambilan Kebijakan untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Transparansi Sekolah di Kabupaten Malang”. Tema ini diketengahkan sebagai upaya mempertanyakan kembali peran Komite Sekolah yang sampai saat ini masih belum berfungsi sebagaimana mestinya.
4. Talkshow Radio VI
Talkshow Radio VI dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Mei 2007 pukul 08.00-09.00 di studio 1 RRI Malang. Tema yang diangkat adalah “Dinamika Demokrasi Menyongsong PILKADES di Kabupaten Malang”. Tema ini sebagai upaya merespon pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Malang. Sebagai narasumber, Widodo (Ketua DPD PAN Kab. Malang, peserta Sekolah Demokrasi), Ahmad Yani (Anggota Forkom BPD, peserta Sekolah Demokrasi), dan Abdul Karim (pengurus ANSOR, peserta Sekolah Demokrasi).
5. Talkshow televisi II
Talkshow Program Sekolah Demokrasi (PSD) II di BATU TV dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Mei 2007 pukul 15.00-16.00 di studio utama Batu TV.
Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Kearifan Demokrasi melalui Komite Sekolah Dalam Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Malang”. Harapannya, melalui tema talkshow ini masyarakat mengetahui sejauhmana peran dan fungsi Komite Sekolah dalam meningkatkan pelayanan penyelenggaraan pendidikan.
Narasumber dalam talkshow ini adalah Drs. Mochtar, MM (Sekretaris Dewan Pendidikan Kab. Malang), Drs. Hj. Puji Hariwati, M.Pd (Guru SMA I Gondanglegi Malang, Peserta Sekolah Demokrasi) dan Alim Mustofa, S.Sos (Perwakilan masyarakat, Peserta Sekolah Demokrasi) dengan dipandu oleh Syahrotsa Rahmania (Peserta Sekolah Demokrasi tahun I).
Rencana Tindak Lanjut (RTL)
RTL pada bulan ini adalah memulai rangkaian kegiatan PSD, yang meliputi: Talkshow Radio VII dan VIII, Talkshow Televisi III, Sekolah Demokrasi Pertemuan VI dan VII, Kegiatan Inisiasi Peserta, Penerbitan Buku Seri Demokrasi VI dan Penerbitan Newsletter Edisi XVII.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















