Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Program Sekolah Demokrasi Progress Report Kearifan Budaya Lokal dalam Berdemokrasi

Kearifan Budaya Lokal dalam Berdemokrasi

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Tantangan yang dihadapi oleh kawan-kawan penggiat demokrasi di Malang Raya kini cukup kompleks karena tatanan kehidupan politik di era sekarang justru banyak dikuasai oleh oligarkhi yang “menjalin hubungan mesra” dengan pengusaha. (Dr. Haryono)...

Tantangan yang dihadapi oleh kawan-kawan penggiat demokrasi di Malang Raya kini cukup kompleks karena tatanan kehidupan politik di era sekarang justru banyak dikuasai oleh oligarkhi yang “menjalin hubungan mesra” dengan pengusaha. (Dr. Haryono).

Kalimat di atas, mengilustrasikan bahwa demokrasi harus senantiasa di ikhtiarkan secara sistematis dan sustainable oleh seluruh pilar masyarakat yang ada. Karena budaya yang berkembang sampai saat ini adalah budaya pertemanan, perkoncoan, kekeluargaan, dan lain sebagainya. Budaya tersebut sering kali disalah artikan oleh kelompok – kelompok kepentingan, dengan memanfaatkan kesempatan dan justru melupakan esensi dari budaya tersebut yang telah lama kita miliki.

Banyak budaya lokal yang tidak dimiliki oleh Negara lain dan semestinya mampu untuk dijadikan modal sosial (social capital) dalam rangka mewujudkan demokrasi di Indonesia dan Malang pada khususnya. Seperti budaya musyawarah, gotong – royong/kebersamaan, perdamaian, dan sebagainya. Adapun budaya yang kurang sesuai dengan nilai dan prinsip demokratisi hendaknya dijadikan hikmah dalam memberikan nuansa baru untuk demokrasi kita. Yaitu demokrasi yang tetap menghargai nilai kearifan lokal.

Optimisme harus melekat dalam diri setiap warga negara, dengan mengajak semua pilar masyarakat untuk berfikir dan berbuat yang terbaik dan bersama – sama berjuang dalam membangun demokrasi. Adapun rangkaian kegiatan pada bulan Juni 2007, antara lain :

1.Talkshow RRI VII dan VIII,
Talkshow RRI VII dilaksanakan pada hari Kamis, 07 Juni 2007 pukul 08.00-09.00 on air bertempat studio 1 RRI Malang. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Demokratisasi Proses Pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang Berpihak Kepada Masyarakat”. Tema ini sebagai upaya mensosialisasikan dan mempertanyakan kembali bagi pemerintah dan pihak terkait dalam pembuatan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat luas.
Narasumber dalam kegiatan ini, antara lain : Drs. H. Kamilun Muhtadin, Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Malang., Dra. Abidah, sebagai ketua Ikatan Guru Roudlotul Anfal (IGRA) Malang, peserta SD II, dan Drs. Rukin kepala Sekolah MA Kejuruan Swasta di Kabupaten dan Peserta SD

Talkshow RRI VIII dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Juni 2007 pukul 08.00-09.00 on air bertempat studio 1 RRI Malang. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Fenomena Kemiskinan dan Pengangguran di Kabupaten Malang”. Tema ini sebagai upaya mempertanyakan kembali kepada pemerintah dan pihak –pihak terkait dalam pembuatan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin.
Narasumber kali ini adalah : Murjoko, ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia (LPKI), juga peserta SD II, Antonius Dwi , LSM V dan peserta SD II dan Sutomo, dari PLaCID’s Averroes dan juga fasilitator SD.

2.Sekolah Demokrasi VI dan VII,
Sekolah Demokrasi (SD) VI, dilaksanakan di Guest House UNIBRAW pada hari Sabtu - minggu, 9 – 10 Juni 2007, yang menghadirkan 3 orang pembicara sebagai narasumber, antara lain : Sujud Pribadi, S.E., M.M. (Bupati Malang), Dr. Daniel Sparingga (Wakil NSC KID) dan Agus Sunyoto, M. Pd. (Budayawan).
SD kali ini mengkaji tentang Dinamika, sejarah dan sosial Malang. Ketiga narasumber menjelaskan secara detail, yaitu Sujud Pribadi selaku Bupati Malang memaparkan tentang “Dinamika Sejarah dan Sosial Malang; Perkembangan dan Isu Kritis Demokratisasi di Kabupaten Malang”. Bupati juga menggambarkan kondisi demokrasi di Kabupaten Malang semakin hari semakin menggembirakan. Hal ini diwujudkan dengan beberapa kebijakan berikut: Pertama, keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan strategis melalui Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Kedua, komunikasi pembangunan antara kepala daerah, kepala satuan kerja perangkat daerah dengan masyarakat pedesaan. Ketiga, pemilihan kepala desa secara langsung dan serentak. Keempat, dukungan pemerintah terhadap pengembangan penguatan sarana demokrasi, seperti partai politik, Ormas dan lembaga-lembaga sosial. Kelima, pemerintahan Kab. Malang selalu memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat bahwa kegiatan demokrasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sosial masyarakat. Dr. Daniel Sparingga, lebih banyak mengupas teori dan praktek dan harapan demokrasi yang telah berjalan. Drs. H. Agus Sunyoto, banyak mengupas dari aspek kesejarahan tentang fenomena demokrasi di Indonesia.

Sekolah Demokrasi (SD) VII, dilaksanakan di Arboretum Jasa Tirta, Bumi Aji Batu, pada hari Sabtu - minggu, 22 – 23 Juni 2007. Menghadirkan 3 orang pembicara sebagai narasumber, antara lain : Drs. H. Bambang Parianom, MM (Kepala Kecamatan Bumi Aji), Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum (Sejarawan Malang dan Dosen Universitas Negeri Malang) dan Dr. Haryono, Dosen Universitas Negeri Malang.

Drs. H. Bambang Parianom, MM memberikan pengalaman tentang demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat, Drs. M. Dwi Cahyono, M.Hum lebih banyak mengupas perjalan sejarah wilayah Malang Raya dan Dr. Haryono banyak lebih menekankan pada Sejarah kekuasaan di Malang Raya dalam perspektif Kisah Sejarah Politik yang Berubah dalam Kesinambungan. Selain itu, dalam SD kali ini juga mengajak peserta untuk mencari suasana baru sekaligus diadakan berbagai macam game sebagai upaya menjaga komitmen dan kebersamaan sesama peserta dan Tim PSD.

3.Kegiatan Inisiasi Peserta SD
Kelompok 1 Peserta SD, antara lain: A. Murjoko, Yanuari, Puji Hariwati, Asika Wati, Alim Mustofa dan Antonius Dwi S dan didampingi Sutomo selaku fasilitator pendamping dan Tim PSD melaksanakan kegiatan Inisiasi di SMAN I Gondanglegi Malang, dengan bentuk kegiatan Workshop Pembekalan Demokrasi Bagi Pemilih Pemula. Dengan menghadirkan 40 peserta dari 10 perwakilan OSIS SMA/SMK/MA se – kecamatan Gondanglegi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari selasa 26 Juni 2007 jam 08.00 – 15.30 WIB. Adapun materinya meliputi : konsepsi demokrasi, realita dan harapan demokrasi kita dan simulasi pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur OSIS yang demokratis.
4.Penerbitan Buku Seri Demokrasi VI.
Buku seri demokrasi VI tentang Budaya Politik Demokrasi. Buku ini banyak mengupas tentang realitas sosial masyarakat di tingkat desa baik dari aspek teoritik maupun praktik. Ini diharapkan mampu menjadi bagian dari referensi pengembangan dan upaya demokratisasi di tingkat desa pada khususnya dan Indonesia.

Rencana Tindak Lanjut (RTL)
RTL pada bulan ini adalah memulai rangkaian kegiatan PSD, yang meliputi : Talkshow RRI IX dan X, Talkshow IV Batu TV oleh Kelompok II, Sekolah Demokrasi VIII dan IX, Kegiatan Inisiasi Peserta SD kelompok II, III, IV dan V, persiapan Penerbitan Buku Seri Demokrasi VII dan Penerbitan Newaletter Edisi XIX.     
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Averroes Community

Averroes Community: Membangun Wacana Kritis Rakyat