Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Program Sekolah Demokrasi Media Televisi Media Televisi IV Caleg dan Kampanye

Caleg dan Kampanye

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Perdebatan panjang antara pemirsa/pendengar talkshow televisi dengan para narasumber membawa dampak yang baik buat talkshow televisi 1 Program Sekolah Demokrasi Kota Batu (25/02) On Air langsung dari studio Batu TV, kritik tajam baik itu lewat pertanyaan ataupun mengomentari tema “Kampanye Caleg yang Mencerdaskan Masyarakat” seperti 1). Farid, Poncokusumo, bahwa kampanye yang sudah dilakukan sampai saat ini tidak memberikan pendidikan kepada masyarakat, tetapi justru pembodohan. Bagaimana tidak, hampir semua Caleg hanya dirinya yang baik dari pada yang lainnya. Ini artinya Caleg sendiri tidak siap terhadap kekalahan melainkan hanya siap untuk menang.

Saya yakin masyarakat akan lebih tahu siapa yang pantas untuk mewakili kepentingannya dan saya berharap bagi masyarakat jangan terulang kesalahan dalam penentuan pilihan. 2). Syimo, masyarakat saat ini sudah cerdas, mbok ya tema yang diangkat itu adalah kampanye yang meyakinkan masyarakat. Kita lihat saat ini, anggota DPR/D hanya mementingkan kepentingan pribadinya dari pada untuk masyarakat secara umum. Visi dan misi yang disebarkan tidak menjadi representasi figur yang mencalegan, tetapi hanya menyuruh  orang untuk membuatkan. Jadi visi dan misi ini hanya kebohongan yang terus menerus dilakukan oleh para calon wakil rakyat. 3). Mahfudz, Batu; saya hanya menghimbau agar masyarakat saat ini jangan sampai memilih dalam karung. Pahami betul siapa yang akan dipilih tentang latar belakangnya dan  track record yang selama ini ada. 4). Hadi, Sukarno Hatta; menambahkan bahwa KPU/D harus tegas dengan aturan yang berlaku. Karena, Pemilu kali ini akan rawan dengan konflik. 5). Heri, Tumpang; mohon para Caleg saat ini harus menata ulang tentang niat. Karena, mereka itu tidak hanya bertanggungjawab terhadap sesama manusia melainkan dengan Tuhan juga. 

Narasumber dalam talkshow ini adalah Bagyo Prasasti Prasetyo, KPUD kota Batu dan peserta SD di Kota Batu, H. Guntur Iriyanto, DPRD Kota Batu dan Caleg dari PKB dan Tri Umiyati,  Caleg dari Demokrat dan peserta SD III.

Bagyo menjelaskan bahwa pelaksanaan Pemilu telah diatur secara keseluruhan oleh pelaksana Pemilu, yaitu KPU. Salah satu dari tahapan dalam proses Pemilu adalah tentang pelaksanaan kampanye Caleg.  Pada Pemilu saat ini, telah diberikan banyak menu untuk dijadikan pilihan dalam menggunakan media sosialisasi. Dengan adanya kebijakan ini merupakan bentuk  demokrasi yang seluas-luasnya bagi semua orang untuk mensosialisasikan partai maupun dirinya secara fair kepada semua masyarakat. Namun, yang perlu dijadikan catatan adalah media ini jangan hanya sebagai janji-janji yang sifatnya politis, melainkan sebagai bentuk komitmen dan kontrak sosial yang nantinya akan bisa dilaksanakan selama  5 (lima) tahun kedepan.  

Guntur menambahkan bahwa saya sepakat dengan apa yang disampaikan pak Bagyo, tetapi yang perlu ditegaskan adalah bagaimana media yang dilakukan tidak bertentangan dengan aturan yang telah di undangkan. Artinya, setiap Caleg/Partai hendaknya berkomitmen penuh terhadap upaya yang fair dan terbuka serta jangan sampai mengadakan kegiatan-kegiatan yang kontrak produktif dengan semangat demokratisasi yang telah dikembangkan. Selain itu, perlu adanya sosialisasi yang komprehensif dari pihak pelaksana Pemilu, dalam hal ini KPU/D. Karena, keberhasilan dalam Pemilu sangat ditentukan dari sejauhmana keberhasilan dari sosialisasi itu sendiri.

Tri Umiyati, mempertegaskan bahwa  masyarakat kita saat ini memang masih relatif  tingkat SDMnya rendah. Berarti kejelihan dalam sosialisasi akan sangat berpengaruh dalam  Pemilu. Berarti kerja keras bagi  KPUD sangat dihapkan oleh masyarakat. Sangat berbeda ketika sosialisasi yang dilakukan dari pihak Caleg sendiri. Banyak Caleg yang hanya melatih dalam pemilihan an sich, tetapi tentang pentingnya ikut berpartisipasi dalam Pemilu sering kali dinafikan. Nah, disinilah diperlukan kerja sama dari semua pihak khususnya bagi kelompok-kelompok masyarakat yang ada dan lebih bersifat independen.
     
Tanggapan dari narasumber bahwa penyadaran kepada masyarakat  menjadi tanggungjawab bersama seluruh komponen masyarakat yang ada. Untuk itu, setiap orang juga harus bertanggungjawab sebagai warga negara yang baik. Sehingga kampanye cerdas adalah kegiatan sosialisasi Caleg maupun Parpol yang senantiasa tertip terhadap prosedur Kampanye yang telah ada dan juga sesuai dengan substansi yang diharapakan. Model kampanye inilah yang masih banyak ditinggalkan oleh kebanyakan Caleg maupun Parpol. 

+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Averroes Community

Averroes Community: Membangun Wacana Kritis Rakyat