SIMPUL - Talkshow Batu TV IV dilaksanakan pada 23 Agustus 2006. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Demokrasi dan Kebebasan Pers ”, tema ini sangat relevan dengan maraknya isu-isu tentang industrialisasi pers yang mengebiri fungsi dan kewajiban pers itu sendiri. Narasumber talkshow...
Talkshow Batu TV IV dilaksanakan pada 23 Agustus 2006. Tema yang diangkat dalam talkshow kali ini adalah “Demokrasi dan Kebebasan Pers ”, tema ini sangat relevan dengan maraknya isu-isu tentang industrialisasi pers yang mengebiri fungsi dan kewajiban pers itu sendiri. Narasumber talkshow ini adalah Bagyo Prasasti, Sekretaris PWI Malang Raya dan M. Najib Ghoni, peserta sekolah demokrasi juga sebagai Pimpinan salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Malang. Presenter dalam talkshow ini adalah Syahrotsa Rahmania, peserta sekolah demokrasi.
Narasumber pertama Najib lebih banyak mencermati fenomena pers yang lebih banyak mengangkat tentang hiburan, sehingga lebih terkesan sebagai industrialisasi media. Narasumber kedua Bagyo menitik beratkan pada sejarah pers mulai dari masa ORBA sampai pada masa Reformasi saat ini. Dan menurutnya, penting untuk dilakukan kontrol terhadap pers yang dilakukan oleh masyarakat. Semestinya di Malang Raya ada lembaga kontrol terhadap pers yang bisa dimulai saat ini. Tetapi kebebasan pers jangan sampai menjadikan pers lebih didominasi oleh informasi-informasi tentang bisnis dan internainment, melainkan harus tetap pada peran dan fungsinya.
Dalam durasi waktu 45 menit banyak masyarakat yang terlibat interaktif, yaitu 1). Bapak Budiono, menanyakan tentang isi pers saat ini lebih banyak didominasi oleh iklan dan informasi tentang hiburan, 2). Bapak Sholahuddin, menanyakan tentang pers merupakan salah satu pilar demokrasi, bagaimana narasumber mencermati pers saat ini, 3). Bagaimana kaitannya antara pers dan pemilik modal, 4). Bapak Imam, mengucapkan selamat pada dunia pers atas kebebasan yang dimilikinya dan jangan sampai dengan kebebasana tersebut justru mengkianati rakyat, 5). Bapak Purnomo, sekarang banyak media yang tida menfungsikan dirinya dalam memberikan informasi, bagaimana tanggapan narasumber, 6). Bapak Setiyono, pers saat ini lebih banyak berorientasi pada kepentingan pasar dan kepentingan konsumen, sejauhmana kode etik dan masyarakat mampu untuk mengontrol dunia pers dan 7). Bapak Heri, juga mempertegas pertanyaan sebelumnya yaitu bagaimana masyarakat mampu mengontrol kebijakan pemerintah melalui pers.
Tanggapan kedua narasumber adalah bahwa memang benar pers saat ini sudah mendapatkan apa yang diharapkan tentang kebebasannya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa oknum dari pers memang memanfaatkan kebebasan tersebut untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. Sehingga harapannya kedepan adalah semua pihak bisa memberikan kontrol terhadap satu sama lain, yaitu antara masyarakat, pers dan pemerintah.
Narasumber pertama Najib lebih banyak mencermati fenomena pers yang lebih banyak mengangkat tentang hiburan, sehingga lebih terkesan sebagai industrialisasi media. Narasumber kedua Bagyo menitik beratkan pada sejarah pers mulai dari masa ORBA sampai pada masa Reformasi saat ini. Dan menurutnya, penting untuk dilakukan kontrol terhadap pers yang dilakukan oleh masyarakat. Semestinya di Malang Raya ada lembaga kontrol terhadap pers yang bisa dimulai saat ini. Tetapi kebebasan pers jangan sampai menjadikan pers lebih didominasi oleh informasi-informasi tentang bisnis dan internainment, melainkan harus tetap pada peran dan fungsinya.
Dalam durasi waktu 45 menit banyak masyarakat yang terlibat interaktif, yaitu 1). Bapak Budiono, menanyakan tentang isi pers saat ini lebih banyak didominasi oleh iklan dan informasi tentang hiburan, 2). Bapak Sholahuddin, menanyakan tentang pers merupakan salah satu pilar demokrasi, bagaimana narasumber mencermati pers saat ini, 3). Bagaimana kaitannya antara pers dan pemilik modal, 4). Bapak Imam, mengucapkan selamat pada dunia pers atas kebebasan yang dimilikinya dan jangan sampai dengan kebebasana tersebut justru mengkianati rakyat, 5). Bapak Purnomo, sekarang banyak media yang tida menfungsikan dirinya dalam memberikan informasi, bagaimana tanggapan narasumber, 6). Bapak Setiyono, pers saat ini lebih banyak berorientasi pada kepentingan pasar dan kepentingan konsumen, sejauhmana kode etik dan masyarakat mampu untuk mengontrol dunia pers dan 7). Bapak Heri, juga mempertegas pertanyaan sebelumnya yaitu bagaimana masyarakat mampu mengontrol kebijakan pemerintah melalui pers.
Tanggapan kedua narasumber adalah bahwa memang benar pers saat ini sudah mendapatkan apa yang diharapkan tentang kebebasannya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa oknum dari pers memang memanfaatkan kebebasan tersebut untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya. Sehingga harapannya kedepan adalah semua pihak bisa memberikan kontrol terhadap satu sama lain, yaitu antara masyarakat, pers dan pemerintah.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















