SIMPUL - Pada (28/05) di Sekretariat Program Sekolah Demokrasi Kota Batu, Talkshow Radio 9 digelar, mengangkat tema tentang “Konsepsi Kota Batu sebagai Kota Pariwisata yang Pro Rakyat”, sebagai upaya untuk membincang ulang tentang konsepsi Kota Pariwisata yang memberikan peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat Kota Batu. Dalam dialog realita ini, mengundang narasumber dari peserta sekolah demokrasi kota batu diantaranya adalah Wiwik Sri Wulandari, Hastin Nur Aini, Makinun dan Ayut Enggeliah.
Ibu Wiwik menyampaikan bahwa potensi di Batu sangat besar sekali untuk dijadikan peluang menjadi suatu pariwisata dan bisa dijual di kota batu baik dari masyarakatnya yang notabene kebanyakan petani maupun masyarakat pada umumnya. Kalau antara masyarakat, pemerintah dan pengusaha sinergi dan otomatis pemerintah yang memonitori. Maka kita akan tahu bagaimana produk dari petani bisa dijual oleh pengusaha dan bagaimana promosinya bisa diatur oleh pemerintah itu sendiri.
Kalau menurut saya, itu karena kesiapan dari masyarakat batu kurang kemudian banyaknya investor dari luar kalau menurut saya boleh tapi masyarakat kota batu juga harus diberdayakan jadi sinergi antara masyarakat dan potensi yang ada itu sebenarnya bisa dilakukan oleh pemerintah.
Hastin Nur Aini, menambahkan bahwa ada beberapa hal yang harus disiapkan antara lain kesiapan masyarakat itu sendiri terutama sumber daya manusianya. Kalau misalnya kota batu ini akan dijadikan kota pariwisata untuk jawa timur terutama, serangkaian produk telah disiapkan tapi jangan lupa disini diperlukan peningkatan SDMnya misalnya tukang ojeg, pedagang apel diperlukan pelatihan belajar bahasa asing sehingga nanti ke depannya tidak ada kendala bagi mereka berinteraksi dengan turis asing. Kemudian yang saya pikirkan adalah bagaimana menfilterisasi pengaruh dari luar, contohnya baru-baru kemarin ditemukan pabrik ekstasi yang termasuk dalam skala besara yang jaraknya hanya 500 m dari polsek. Jadi diharapkan kepada masyarakat kota batu untuk menciptakan suasana yang welcome, aman dan tanda kutip tetap waspada.
Kalau adanya suatu kebijakan, adanya suatu pengaruh, adanya implementasi baik itu dari pemerintah ataupun hal itu memang ada itu merupakan suatu proses dimana ada sebab dan akibat. Karena kita tidak tahu siapa yang datang, mereka siapa tapi sebaiknya alangkah baiknya masyarakat saling gotong royong memberikan informasi kalau misalnya ada yang mencurigakan dari para tamu. Ya, setidaknya masyarakat waspada terhadap tamu-tamu yang datang.
Tapi disisi lain pariwisata memberikan dampak yang positif bagi masyarakat yaitu menyerap pekerja, jadi pemberdayaan ekonomi kota batu bagus dampaknya ke depan. Negatifnya tidak terlalu banyak saya rasa, asal adanya kewaspadaan bersama antara masyarakat dan aparat dengan kesadaran masing-masing.
Ayut menambahkan pula dalam persektif lingkungan, masyarakat kota Batu sendiri juga lebih banyak tidak siapnya karena pada umunya masyarakat kota Batu sebagai petani tapi masyarakat dipaksa untuk berbasis petani urban dalam arti keperpihakan terhadap petani lokal kurang sekali. kalau misalnya ada wacana kota Batu sebagai kota pariwisata berbasis petanian, itu lebih mengedepankan ke pariwisatanya dibanding petaninya dan pariwisata sendiri lebih banyak membangun infrastruktur yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat kota batu hanya berdasarkan kepentingan segelintir orang dalam arti investor. kalau dilihat banyak pembangunan pariwisata yang sebenarnya yang punya bukan dari batu sendiri.
Makinun menjelaskan bahwa kalau kita lihat konsep pariwisata di kota Batu ini adalah mengurangi pengangguran di kota batu terutama pemuda-pemuda, jadi kalau menurut saya kalau di desa-desa sudah mulai dikembangkan wisata desa dengan memanfaatkan potensi-potensi di desa tersebut guna menunjang perekonomian desa tersebut. Tetapi kebanyakan pemuda-pemuda masih stagnant atau masih jauh untuk menuju kesana, ini mungkin dari pemerintah yang kurang atau dari pemuda itu sendiri yang kurang memahami konsep dari pariwisata tersebut.
Pariwisata yang ada di Batu ini belum sepenuhnya dijalankan denga baik, kalau saya lihat alangkah baiknya pariwisata dikota batu ini berbasis pertanian istilahnya pertanian itu yang lebih dikedepankan jadi dari pertanian ditemukan konsep-konsep pariwisata. Misalnya ada pariwisata petik tanaman selada yang ada di kecamatan Bumi Aji jadi itu merupakan salah satu konsep pariwisata berbasis lingkungan.
yang telah memberikan banyak masukan dalam berinteraksi. Terima kasih.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















