SIMPUL - Kesiapan Komponen Bangsa dalam Pelaksanaan Pemilu Legeslatif 2009 merupakan tema yang diangkat dalam Talkshow Radio 7 (02/05/09) sebagai upaya untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh stakeholders masyarakat Kota Batu, dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu 9 April 2009 yang akan datang. Bertempat di Kantor KPU Kota Batu, talkshow ini menghadirkan 4 (empat) narasumber yaitu, Bagyo Prasaty Prasetyo, anggota KPU Kota Batu dan peserta Sekolah Demokrasi Kota Batu, AKBP Sudjono, Kapolsek Kec. Junrejo Kota Batu, Nono Supeno, dari RRI Malang dan peserta Sekolah Demokrasi Kota Batu, dan Mardisetyaningsih, Caleg Demokrat dan Sekolah Demokrasi Kota Batu dan teman-teman tim Pelaksana Sekolah Demokrasi Kota Batu.
Narasumber pertama, bapak AKBP Sudijono, selaku pihak keamanan menegaskan bahwa sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang ada, Polisi akan bersikap netral untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Ini artinya setiap pelanggaran apapun yang menjadi kewenangan pihak Polisi maka akan kita tindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang telah berlaku. Khusus dalam hal Pemilu, untuk menindak pelanggaran selama proses Pemilu ada Panwas, yang bertugas untuk menegakkan atauran yang telah berlaku selama pelaksanaan Pemilu itu sendiri. Kita sebagai pihak keamanan selalu mengadakan koordinasi dengan pihak – pihak yang terkait dalam menegakkan hukum yang telah ada.
Narasumber kedua, bapak Bagyo Prasasty Prasetyo menambahkan bahwa terkait dengan pelaksanaan Pemilu yang akan datang, kami selaku Pihak KPU sudah siap hampir 90an % lebih. Ini artinya kami juga sudah siap untuk dilaksanakan Pemilu pada tanggal 9 April nanti. Hal-hal yang sudah siap dalam mensukseskan Pemilu, antara lain : pelaksana teknis mulai dari tiap-tiap TPS dengan segala perlengkapan lainnya, juga untuk DPT sampai saat ini masih bisa untuk di up date sampai pada H – 1. Ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan Pemilu ini sangatlah terbuka untuk semua orang dapat menetahui dan sekaligus memberikan kontrol terhadap kinerja yang sudah kami lakukan. Jujur diakui bahwa perisiapannya sangatlah menddak, namun juga tidak mengurangi substansi yang telah ada atau yang selama ini kita harapkan bersama. Dan kami juga mengajak kepada semua pihak untuk besama - sama mesukseskan agenda negara ini dengan sebaik-baiknya.
Narasumber ketiga, bapak Nono Supeno, dari praktisi media dan juga Peserta Sekolah Demokrasi. Dia menjelaskan bahwa sampai saat ini media masih jauh dari Independensi yang diharapkan oleh Undang –undang. Namun, sayapun yakin bahwa setiap media mempunyai idealismenya untuk terus menjadi bagian penting dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat dan kontrol sosial untuk menemukan sebuah solusi dari berbagai permasalahan secara efektif. Namun, yang menjadi tantangan adalah dengan beralihnya idealisme tersebut menjadi upaya prakmatisme dan kapitalime media/pers. Inilah yang sangat mengkhawatirnya bagi upaya demokratisasi di negara kita.
Narasumber keempat, Mardisetyaningsih, menambahkan bahwa khusus untuk para Caleg memang harus sadar bahwa, pelaksanaan kali ini sangat menguras waktu bagi semua pihak, khususnya sesama Caleg sendiri, baik di internal maupun eksternal parpol. Ini artinya segala kemungkinan harus sudah dipersiapkan jauh sebelum mencalonkan diri sebagai Caleg. Yang juga sangat penting adalah bagaimana kita semua baik Caleg maupun Masyarakat bisa berbuat secara fair dan tidak ada yang dikorbankan, apalagi masyarakat itu sendiri. Persangian memang ada, namun diharapkan tetap dalam koridor nilai dan budaya bangsa.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















