SIMPUL - Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung membantah adanya rencana pertemuan yang akan dilakukan antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan dua staf khusus Presiden SBY Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief serta Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai. Saat dikonfirmasi, Jumat (12/3/2010), Pramono menjawab tegas melalui pesan singkat. "Tidak benar itu," tegasnya.
Penegasan Pramono Anung ini terkait dengan pernyataan Asisten Staf Khusus Presiden Akuat Supriyanto di Jakarta, Kamis kemarin, yang mengungkapkan rencana pertemuan itu.
Sedianya, pertemuan akan dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada Megawati Soekarnoputri untuk memberikan paparan tentang berbagai kasus dugaan kejahatan yang dilakukan sejumlah pihak terkait L/C fiktif atau bodong di Bank Century.
"Ibu Megawati adalah tokoh yang selalu mengedepankan supremasi hukum. Karena itu, kami ingin memaparkan apa yang terjadi terkait dengan dugaan kejahatan perbankan yang dilakukan sejumlah orang di Bank Century, khususnya terkait masalah L/C bodong," katanya.
Salah seorang Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Agnita Singedikane, yang juga dikonfirmasi, mengatakan belum tentu pertemuan itu akan terjadi.
"Dan tidak mungkin (ada pertemuan). Ibu Mega tetap pada pendiriannya. Dalam kasus Bank Century, harus segera diselesaikan secara hukum. Yang bertanggung jawab harus diproses hukum," tandas Agnita.
Sumber: Kompas.com
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















