SIMPUL - Para analis dan pakar menilai rumor di kalangan elit bahwa kemungkinan Sri Mulyani ditaruh Presiden SBY sebagai calon gubernur BI tidaklah masuk akal, dan sangat keterlaluan. Sebab Sri Mulyani bermasalah dengan skandal Bank Century. Apa yang terjadi sebenarnya?
Para pengamat dan pakar menilai, jika benar ada rumor bahwa istana mengajukan Sri Mulyani, maka itu berarti Presiden SBY tidak mampu memisahkan kepentingan pribadi dan kepentingan negara, tidak mampu memisahkan kepentingan bangsa dan kepentingan kelompok. "Itu jelas keliru, tidak efektif dan berbahaya bagi kredibilitas SBY. Saya khawatir, bisa jatuh dia," kata Budiarto Shambazy MA, pengajar FISIP Universitas Indonesia.
Menurutnya, di mata publik Sri Mulyani sudah tidak kredibel. Kebijakan bailout Bank Century dinilai salah kaprah. "Jika kemudian diajukan SBY sebagai calon Gubernur BI hanya karena SBY tak berani mencopot Sri Mulyani, pasti Sri ditolak parlemen. Saya khawatir dia akan dipermalukan serta didemo civil society pula," kata Budiarto Shambazy.
Kemarin beredar desas-desus bahwa SBY akan mengajukan Sri Mulyani sebagai calon gubernur BI, karena SBY tidak berani melakukan reshuffle atas Sri Mulyani, mantan ketua KSSK, meski sudah jelas terseret kasus Bank Century.
"Boediono dan Sri Mulyani menjadi beban berat bagi SBY dalam melangkah ke depan. Keduanya jelas terlibat Bank Century dan harus bertanggung jawab," kata M Amien Rais, Ketua MPP DPP Partai Amanat Nasional.
Sementara pengamat politik FISIP Univeristas Gadjah Mada Arie Sujito menilai Sri Mulyani-Boediono masih dalam proses politik di Pansus Hak Angket Bank Century, dan berada dalam radar proses hukum KPK.
"Kebenaran sedang dicari pansus dan KPK sampai titik finalnya. Nah, kalau ada rumor bahwa Sri Mulyani diajukan jadi gubernur BI, itu aneh dan tambah runyamlah istana," katanya.
Sri Mulyani kepada pers kemarin membantah rumor tersebut, dan menyatakan ia tidak dicalonkan sebagai gubernur BI. Sri masih menghadapi isu gawat Century Gate.
Rumor Sri Mulyani diajukan SBY sebagai gubernur BI, menurut Budiarto Shambazy, diduga merupakan isu politis yang mungkin dirancang pihak tertentu untuk memojokkan istana. "Sebab bagi saya, SBY tidak akan segegabah itu. Ini soal sensitif, dan bisa jadi blunder," ujarnya. [mor]
Sumber: inilah.com
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















