
Ditengah-tengah hingar-bingar peringatan hari kemerdekaan ke-65 negeri ini yang tepat jatuh pada tanggal 17 Agustus 2010, ternyata kemiskinan masih menjadi momok bagi masyarakat. Khususnya di Kota Batu, dengan anggaran yang relatif besar pada tahun 2009 yakni sekitar Rp 375 milyar dan tahun 2010 sekitar Rp 371 milyar, Pemerintah Kota Batu masih belum mampu mengentaskan kemiskinan warganya. Berdasarkan data terakhir yang dimiliki Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga miskin (RTM) Kota Batu mencapai 12,2 persen atau setara dengan 5.817 kepala keluarga (KK).
Bila dirinci, dari tiga kecamatan yang ada di kota wisata itu, Junrejo memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi dari dua kecamatan lain yakni Batu dan Bumiaji. Angka rumah tangga miskin di Junrejo mencapai 16,69 persen, sedangkan Bumiaji 11,07 persen dan Batu 10,44 persen.
Namun jika dibandingkan dengan angka rumah tangga miskin pada tahun 2005, jumlah tersebut memang mengalami penurunan. Pada tahun 2005 menurut BPS, total jumlah rumah tangga miskin Kota Batu sebanyak 6.005. Rinciannya 1.844 RTM di Kecamatan Junrejo, 2.010 RTM di Kecamatan Bumiaji, dan 2.151 RTM di Kecamatan Batu. Tapi jika dicermati lebih lanjut, penurunan jumlah RTM tersebut hanya terjadi di satu kecamatan saja yakni Bumiaji, sedangkan di Kecamatan Batu dan Junrejo angka RTM justru naik.
Disamping BPS, beberapa instansi yang lain memiliki angka kemiskinan sendiri. Versi Dinas Kesehatan Kota Batu menyebutkan, angka kemiskinan di Kota Batu sebanyak 8.571. Versi Kantor Pemberdayaan dan Keluarga Berencana sebanyak 5.805, versi Dinas Sosial sebanyak 5.885 dan versi BPMPKB sebanyak 8.968



















