Simpul Demokrasi

Friday
Jul 30th
  • Masuk
  • Mendaftar
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    REGISTER_REQUIRED
  • Cari
  • English Dutch Indonesian
Home Pendidikan SBY Pilih Dosen UB Jadi Pengawas BI

SBY Pilih Dosen UB Jadi Pengawas BI

E-mail Cetak PDF

SIMPUL - Akademisi dari Universitas Brawijaya (UB) menorehkan prestasi. Ahmad Erani Yustika SE MSc, PhD, terpilih sebagai anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI). Badan ini dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang 23/2003 tentang BI.

Dosen kelahiran 1973 ini terpilih menjadi anggota BSBI setelah melalui proses fit and proper test di Komisi XI DPR RI pada Kamis (11/2) lalu di Jakarta. Sedang empat anggota lain adalah Marsuki (pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar), Ahmad Sahrosa (FE UI), Umar Juoro (pengamat ekonomi), dan Rama Pratama (pakar ekonomi dan politisi PKS).


Mereka sebelumnya bersaing dengan 12 calon lain yang juga direkomendasikan langsung oleh SBY. "Saya bersama Rama Pratama dipilih oleh mayoritas fraksi di komisi XI," kata Erani, ketika ditemui di kantornya kemarin.

Sebenarnya, kata Erani, BSBI ini bukan lembaga baru. Namun selama ini vakum. Sehingga untuk mengisi kevakuman itu, dicari orang-orang baru. SBY sendiri yang melakukan pemilihan kandidat untuk anggota BSBI sebelum disodorkan ke DPR.

Di antara tokoh ternama yang direkomendasikan SBY namun gagal terpilih antara lain, Faisal Basri (pengamat dan dosen UI), Qodrati (mantan direktur BTN), dan Remi Sahdeni (pakar ekonomi). Juga ada mantan staf ahli di kesekretariatan presiden serta dari anggota Ikatan Perbankan Indonesia. "Sekarang saya tinggal menunggu SK saja dari Presiden sebelum berkantor di gedung BI," tandas dosen asal Ponorogo ini.

Erani menjelaskan, dia mendapat apresiasi dari Komisi XI DPR RI karena menawarkan konsep yang radikal. Di antaranya, kebijakan BI harus kembali konsentrasi di perkreditan, bukan banyak bermain di obligasi maupun investasi.

Kebijakan BI ke depan juga harus lebih berorientasi sebagai alat perjuangan demi menumbuhkan sektor riil. "Dana yang ada di BI harus dicurahkan kepada kepentingan nelayan, petani, dan industri yang memiliki kegiatan riil," urai pembantu Dekan I FE UB ini.

Sebagai lembaga independen, BSBI ini nantinya selalu berkoordinasi dengan Komisi XI DPR RI. Karena peran dari BSBI ini lebih banyak pada pengawasan kebijakan BI yang menjadi bidang garapan dari komisi XI. "Sifat BSBI ini hanya membantu komisi XI. Kalau ada masalah dengan BI, kami laporkan dulu ke DPR sebelum ditindaklanjuti ke BI," tandas Director Institute for Development Economics Finance (INDEF) ini. (abm/ziz)

Sumber: Jawapos.co.id

+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Web/Blog:
Judul:
 
Masukkan kode anti SPAM yang Anda lihat di gambar.
+/- Komentar
Tambah Baru Cari

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."