SIMPUL – Surabaya sebagai barometer pendidikan di Jawa Timur, tampaknya perlu dikaji ulang, mutu pendidikan di Surabaya hampir tidak baik. Tahun lalu (2007/2008), Surabaya juga tak masuk the best ten. Tapi, setidaknya posisinya lebih baik daripada sekarang. Tahun lalu, Surabaya dibagi menjadi dua rayon. Yang pertama rayon 51 yang menempati posisi ke-11 se-Jatim dengan rata-rata 22,34. Berikutnya adalah rayon 01 yang berada di posisi ke-14 dengan rata-rata 22,11. Tahun ini, Surabaya juga dibagi menjadi dua rayon. Yaitu, rayon 06 dan 01. Rayon 06 menempati posisi ke-14 dengan rata-rata nilai 22,96 dan rayon 01 berada di posisi ke-16 dengan nilai 22,52. Secara rata-rata, itu lebih baik daripada tahun lalu. Meski, secara peringkat lebih buruk.
Pekan lalu, tak ada siswa SMA Surabaya yang masuk 10 besar hasil ujian nasional (unas) di Jatim. Kemarin, tak ada satu pun SD di Surabaya yang masuk 10 besar nilai rata-rata ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) se-Jatim.
Sedang APBD Surabaya untuk pos pendidikan mencapai Rp 1,19 triliun atau 29 persen dari total APBD. ''Kenapa sudah mendapat anggaran begitu besar, hasilnya malah turun? Dana boleh besar, tapi kalau kualitas pendidikan tidak baik apa mau dikata. Jangan-jangan dana pos pendidikan tidak masuk di masing-masing sekolah. Allahu’alam.
Komentar |
|
|
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
|





















